Depokupdate-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit Tuberkulosis (TBC).
Salah satu terobosan unggulannya adalah program Kampung Peduli Tuberkulosis (Kapitu) , sebuah inisiatif berbasis komunitas yang kini terbukti ampuh dalam mengendalikan penyebaran TBC di wilayah Depok.
Hasilnya pun tak main-main. Berkat Kapitu, Depok meraih Juara III dalam Anugerah Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2024, serta masuk dalam Top 50 Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2024, mengalahkan lebih dari 1.250 inovasi lainnya.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Penanggulangan Tuberkulosis tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pencegahan dan penanganannya,” ujar Mary kepada berita.depok.go.id, Jumat (25/07/25).
Program Kapitu sendiri lahir dari kebutuhan akan forum koordinasi lintas sektor yang solid. Dimulai pada 2021, Kapitu dibentuk di 13 kelurahan di Kecamatan Pancoran Mas dan Sawangan. Pada 2022, program ini diperluas ke 22 kelurahan lain di wilayah Cipayung, Beji, Tapos, dan Cinere.
Puncaknya, pada 2023–2024, dengan dukungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kapitu menjadi program wajib di seluruh 63 kelurahan di Kota Depok.
“Kini semua kelurahan berkontribusi aktif dalam gerakan penanggulangan TBC melalui Kapitu,” tambah Mary.
Dari sisi capaian, berdasarkan data per 7 Juni 2025:
91% pasien Tuberkulosis Sensitif Obat (SO) sudah memulai pengobatan (dari target 95%)
86% pasien Tuberkulosis Resistan Obat (RO) memulai pengobatan (dari target 95%)
Tingkat keberhasilan pengobatan TBC SO mencapai 71% (dari target 90%)
Keberhasilan pengobatan TBC RO berada di angka 57% (dari target 80%)
Meskipun beberapa indikator belum mencapai target maksimal, tren peningkatan terus terlihat.
“Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, kami optimis target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai di Kota Depok,” pungkas Mary.(***)





















