Depokupdateco-Udara pagi di Gereja Katolik Paroki Bunda Maria Ratu, Sukatani, Tapos, terasa teduh dan hangat. Di halaman gereja, tampak wajah-wajah muda dari berbagai latar belakang agama saling bersapa dan berbincang akrab. Tidak ada sekat, hanya semangat kebersamaan yang mengalir begitu alami.
Suasana inilah yang mewarnai kegiatan Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) dan pembentukan Pemuda FKUB Kota Depok yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, Sabtu, 13 Desember 2025. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kerukunan bukan sekadar wacana, tetapi sesuatu yang bisa hidup, tumbuh, dan dirawat bersama.
Ketua FKUB Kota Depok, K.H. Abdul Ghoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni sosial.
Baca Juga JIP Kick Off Program “Digital Bersama, Toleransi Selamanya
ng luas di masyarakat. Karena itu, mereka perlu difasilitasi dan diberi ruang untuk berperan,” ujarnya.
Dalam forum yang berlangsung hangat itu, Kiai Ghoni melontarkan gagasan inspiratif: menghadirkan “Stand Kerukunan Beragama” di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Depok. Ide ini disambut antusias para peserta. Stand tersebut nantinya akan dikelola oleh pemuda lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan ruang dialog damai di tengah masyarakat.
“Kami ingin kerukunan itu hadir secara nyata. Lewat stand ini, masyarakat bisa melihat langsung bahwa keberagaman bukan perbedaan yang memisahkan, tapi kekuatan yang mempersatukan,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny , mewakili lembaga tersebut, menilai bahwa anak muda adalah agen perubahan di dunia digital yang bisa membawa pesan-pesan perdamaian.
“Anak muda sekarang punya pengaruh luar biasa di media sosial. Kami berharap mereka bisa menggiatkan konten positif yang mengkampanyekan kerukunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk memperluas jangkauan program FKUB.
Dari kalangan pemuda, semangat itu juga terasa kuat. Lutfi, salah satu peserta, menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan Kemah Pemuda yang digelar FKUB beberapa waktu lalu.
“Kemah pemuda membuat kami saling mengenal dan memahami. Dari situ muncul rasa saling menghargai — itulah awal kerukunan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Baca Juga Sekda Depok Apresiasi Aksi K3D Sulap Lahan Kosong Jadi Produktif
Ivan, pemuda lain yang hadir, menambahkan bahwa pertemuan lintas agama di Hambalang telah menjadi inspirasi besar bagi generasinya.
“Dari Hambalang kami belajar arti dialog dan kebersamaan. Alhamdulillah, hari ini semangat itu diwujudkan lewat pembentukan Pemuda FKUB Depok,” katanya dengan senyum lebar.
Menariknya, kegiatan ini digelar di Gereja Paroki Bunda Maria Ratu Sukatani, yang dikenal aktif dalam kegiatan lintas iman. RD. Dionisius Adi Tejo Saputro, Pastor Paroki Bunda Maria Ratu Sukatani, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif FKUB yang melibatkan para pemuda dari berbagai agama.
“Kami di Paroki Bunda Maria Ratu selalu terbuka untuk kegiatan yang membangun persaudaraan. Pemuda lintas agama dengan semangat toleransinya dapat menjadi motor positif bagi generasi muda Depok,” tuturnya dengan penuh semangat.
Di akhir acara, para peserta tampak berbaur. Tak ada lagi batas antara mereka yang berbeda keyakinan. Hanya tawa, senyum, dan semangat untuk membawa Depok menjadi kota yang damai dan saling menghargai.
Pembentukan Pemuda FKUB Kota Depok di gereja ini menjadi simbol indah persaudaraan lintas iman — bahwa harmoni bisa dimulai dari ruang-ruang sederhana, di mana setiap orang mau membuka hati dan berjalan bersama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.(***)




















